Banyak orang yang mengistimewakan bulan Februari, khususnya tanggal 14 yang diperingati sebagai hari kasih sayang (Valentine Day). Tahukah kamu bagaimana asal-muasalnya?
Sejarah
📌 Budaya ini bermula pada abad ke-3 M, saat raja Romawi yang bernama Claudius menghukum pancung seorang pendeta bernama Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 269 M. Santo Valentine dihukum pancung karena menikahkan seorang prajurit muda peserta wajib militer kerajaan yang ingin menikah.
©𝚖𝚞𝚑𝚊𝚖𝚖𝚊𝚍𝚒𝚢𝚊𝚑.𝚌𝚘.𝚒𝚍
📌 Lupercalia (festival kesuburan yang dirayakan pada tanggal 15 Februari untuk menghormati dewa Lupercus, dewa ternak dan kesuburan). Dalam festival ini, para pemuda akan memukul para gadis dengan kulit domba yang dibasahi darah sebagai simbol kesuburan, mereka akan mengundi nama gadis yang akan menjadi pasangannya selama setahun. Banyak pasangan yang akhirnya menikah setelah berkenalan dalam festival ini.
Ketika agama Kristen menyebar di Romawi, gereja mencoba mengganti tradisi pagan ini dengan perayaan yang lebih sesuai dengan ajaran Kristen.
Maka, mereka memilih tanggal 14 Februari sebagai hari peringatan Santo Valentinus, salah satu martir Kristen yang dianggap sebagai pelindung para pencinta.
©𝚒𝚗𝚝𝚒𝚜𝚊𝚛𝚒.𝚐𝚛𝚒𝚍.𝚒𝚍
Penting
Tapi mirisnya, di akhir zaman ini, banyak pemuda-pemudi muslim yang ikut merayakan dan memperingati Valentine Day. Padahal kalau dilihat dari sejarah munculnya valentine day ini, perayaan ini bukanlah dari agama Islam. Dan dapat dipastikan, dalam praktiknya sangat menyimpang dari ajaran agama islam.
Kenapa banyak yang merayakan, bahkan seorang muslim juga?
Sebagai hari kasih sayang, di tanggal 14 Februari, orang-orang merayakan dengan orang terkasihnya, khususnya orang tersayang ‘pasangan’. Entah suami/istrinya, pacarnya, htsnya, teman dekatnya, dll.
“Kan cuma ngasih cokelat, masa ga boleh?”
Ya memang tidak boleh. Islam tidak mengajarkan Valentine Day ini. Itu bukan budaya kita (muslim).
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Selain itu, merayakan valentine day sama saja mengundang perbuatan zina (zina itu banyak jenisnya, contoh sederhananya: berdua-duaan dengan pacar/hts/dll (yang bukan mahramnya), pegangan tangan, dll). Padahal sudah jelas bahwa zina juga termasuk dosa besar. (QS. Al-isra’ ayat 32)
Hanya memberikan ucapan selamat saja tidak boleh, apalagi ikut merayakan V’Day. Sebagai seorang muslim, tidak perlu ikut merayakan hari kasih sayang, apalagi sampai memberikan hadiah, juga cokelat, dan pernak-pernik lainnya.
Stop menormalisasi perayaan Valentine Day, walaupun hanya sekedar mengucapkan selamat!
©𝓐𝓵𝓭𝓪 𝓡.