Hikmah Materi Pelajaran Matematika

Pada materi SPLDV terdapat beberapa metode, dua contohnya adalah:
1. Eliminasi (menghilangkan)
2. Substitusi (menggantikan)

Metode yang paling tepat adalah menggunakan keduanya. Karena jika kita kehilangan, maka kita harus mencari penggantinya.

Oleh karena itu, kesimpulan yang dapat kita tarik ada beberapa, diantaranya sbb:
1. Yang patah akan bersemi
2. Yang pergi tak perlu dicari
3. Yang hilang pasti akan terganti
4. Terkadang hal yang kita inginkan memang harus direlakan untuk pergi agar hal terbaik terjadi

Jangan lupa bahagia selalu teman-teman 🙂

R’E

Someone said: “Kak mau nanya, kenapa sih kaum muslimin dilarang mengucapkan selamat natal?”

#Alasan Larangan Mengucapkan Selamat Natal:

✨Bukanlah perayaan kaum muslimin

Sebagai muslim yang ta’at, cukuplah petunjuk Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjadi sebaik-baik petunjuk.

✨Menyetujui kekufuran orang-orang yang merayakan natal

Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6).

✨Merupakan sikap loyal (wala) yang keliru

Loyal (wala) tidaklah sama dengan berbuat baik (ihsan). Wala memiliki arti loyal, menolong, atau memuliakan orang kita cintai

✨Nabi melarang mendahului ucapan salam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167). Ucapan selamat natal termasuk di dalam larangan hadits ini

✨Menyerupai orang kafir

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)


Sumber: hijrahApp | @hijrahh_bareng | #materiislamic

Mencintai

Kamu mencintainya atau hanya sebatas nafsu saja?

Jika kamu memang mencintainya, maka jaga dia dari bermaksiat kepada Allah. Dan jika kamu tidak ingin dia bermaksiat kepada Allah, maka cuma ada dua pilihan, halalkan atau tinggalkan.

Jaga dia dengan menjadi bagian hidupnya secara syariat, menikah atau menjauhlah, agar kalian tak menjalin hubungan yang tidak halal.

Cinta itu, tidak harus mengambil keimanan orang yang kamu cintai, membuat fokus hidupnya menjadi berantakan, silahkan jatuh cinta, itu wajar, tapi jangan sanmpai cinta itu membuatmu menyimpang, apalagi melawan syariat Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَا نَ فَا حِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 32)


Jika kamu memaksa, mencintainya tanpa pernikahan, menjalin hubungan dengannya, manisnya cintamu itu hanya sebentar, sisanya hanya patah hati, beban pikiran, overthinking. dosa menyesakkan dada, gelisah karena maksiat, inilah kenyataannya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَا جًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 21)

Jika kamu jatuh cinta, maka cinta itu dari Allah, tak pernah kau sangka dan duga, maka cintailah dia dengan benar, dan jika kau belum siap menikah, maka tekan perasaan itu dalam-dalam, lindungi dirimu dan dia agar tak terjerumus ke dalam kemaksiatan,

~thepathdailyreal – al

Hijrah

Proses hijrah memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi jika berhasil, InsyaAllah hasilnya akan memuaskan. Dalam berhijrah bukan persoalan siapa yang duluan berhasil. Melainkan siapa yang dapat istiqomah sampai akhir. Terlebih jika pada saat proses hijrah, kita benar-benar sendiri, tanpa seorang teman. Disitulah akan mulai muncul beberapa cobaan yang dapat menguji keimanan kita.

Akan ada suatu hal yang memporak-porandakan hati dan iman kita.

Tetap semangat pejuang hijrah! Ingat, lelahmu akan terbayarkan disurganya Allah nanti, Aamiin.

Jangan Mempermainkan Agama Islam Demi FYP

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar teman-teman? Semoga kalian dalam keadaan sehat ya. Langsung saja masuk ke topik pembahasan kali ini.

Akhir-akhir ini sering banget di media sosial muncul video bertema “Saya Gugur menjadi Santri”. Kalau temen-temen ada yang belum tahu, bisa lihat video ilustrasinya lewat link ini https://www.instagram.com/reel/Cb4qdJGoMJa/?utm_medium=copy_link

Didalam video tersebut, slide pertama menunjukkan foto seseorang mengenakan baju gamis (menutup aurat) dan dilanjutkan dengan beberapa foto lain tanpa berhijab (mengumbar aurat, bahkan terkadang ada yang lebih parah dari itu).

Padahal sudah jelas, bahwa Allah menutup aib hambanya. Secara tidak langsung, bukankah mereka itu menunjukkan aib mereka sendiri di media sosial?

Allah SWT berfirman:

يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَا سًا يُّوَا رِيْ سَوْاٰ تِكُمْ وَرِيْشًا ۗ وَلِبَا سُ التَّقْوٰى ۙ ذٰلِكَ خَيْرٌ ۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ

“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 26)

Entah apa tujuan mereka mengupload hal-hal tersebut. Dan mungkin salah satunya adalah agar fyp. Mereka rela mengumbar aurat dengan senang hati demi fyp.

Bukankah hal yang telah dilakukannya itu seperti sedang mempermainkan agamanya?

Agama islam adalah agama yang mulia dan sangat tidak layak jika digunakan untuk jadi bahan candaan atau lawakan. Perlu diingat bahwa menjadikan agama sebagai bahan candaan adalah kebiasaan orang Yahudi.

Memang, banyak diluar sana dari yang istiqomah menjadi tidak. Dan dari yang belum lalu menjadi istiqomah. Itu suatu hal yang sudah pasti. Setidaknya kita harus bisa menjaga dan menutup aurat kita ya teman-teman.

“Kalau tidak bisa menjadi wanita yg istiqomah berhijab, setidaknya jangan menjadi wanita yg istiqomah mengumbar aurat!” ~@ad_rmdh

Buat temen-temen yang lagi berusaha untuk tetap istiqomah, semangat ya! Jangan pernah berhenti ditengah jalan, apalagi berbalik arah!

Sekian untuk kali ini, mohon maaf apabila ada salah kata maupun kalau ada pihak yang merasa kurang berkenan ketika membaca blog ini. Jazakumullah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.