Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Apa kabar teman-teman? Semoga kalian dalam keadaan sehat ya. Langsung saja masuk ke topik pembahasan kali ini.
Akhir-akhir ini sering banget di media sosial muncul video bertema “Saya Gugur menjadi Santri”. Kalau temen-temen ada yang belum tahu, bisa lihat video ilustrasinya lewat link ini https://www.instagram.com/reel/Cb4qdJGoMJa/?utm_medium=copy_link
Didalam video tersebut, slide pertama menunjukkan foto seseorang mengenakan baju gamis (menutup aurat) dan dilanjutkan dengan beberapa foto lain tanpa berhijab (mengumbar aurat, bahkan terkadang ada yang lebih parah dari itu).
Padahal sudah jelas, bahwa Allah menutup aib hambanya. Secara tidak langsung, bukankah mereka itu menunjukkan aib mereka sendiri di media sosial?
Allah SWT berfirman:
يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَا سًا يُّوَا رِيْ سَوْاٰ تِكُمْ وَرِيْشًا ۗ وَلِبَا سُ التَّقْوٰى ۙ ذٰلِكَ خَيْرٌ ۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 26)
Entah apa tujuan mereka mengupload hal-hal tersebut. Dan mungkin salah satunya adalah agar fyp. Mereka rela mengumbar aurat dengan senang hati demi fyp.
Bukankah hal yang telah dilakukannya itu seperti sedang mempermainkan agamanya?
Agama islam adalah agama yang mulia dan sangat tidak layak jika digunakan untuk jadi bahan candaan atau lawakan. Perlu diingat bahwa menjadikan agama sebagai bahan candaan adalah kebiasaan orang Yahudi.
Memang, banyak diluar sana dari yang istiqomah menjadi tidak. Dan dari yang belum lalu menjadi istiqomah. Itu suatu hal yang sudah pasti. Setidaknya kita harus bisa menjaga dan menutup aurat kita ya teman-teman.
“Kalau tidak bisa menjadi wanita yg istiqomah berhijab, setidaknya jangan menjadi wanita yg istiqomah mengumbar aurat!” ~@ad_rmdh
Buat temen-temen yang lagi berusaha untuk tetap istiqomah, semangat ya! Jangan pernah berhenti ditengah jalan, apalagi berbalik arah!
Sekian untuk kali ini, mohon maaf apabila ada salah kata maupun kalau ada pihak yang merasa kurang berkenan ketika membaca blog ini. Jazakumullah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.