Mencintai

Kamu mencintainya atau hanya sebatas nafsu saja?

Jika kamu memang mencintainya, maka jaga dia dari bermaksiat kepada Allah. Dan jika kamu tidak ingin dia bermaksiat kepada Allah, maka cuma ada dua pilihan, halalkan atau tinggalkan.

Jaga dia dengan menjadi bagian hidupnya secara syariat, menikah atau menjauhlah, agar kalian tak menjalin hubungan yang tidak halal.

Cinta itu, tidak harus mengambil keimanan orang yang kamu cintai, membuat fokus hidupnya menjadi berantakan, silahkan jatuh cinta, itu wajar, tapi jangan sanmpai cinta itu membuatmu menyimpang, apalagi melawan syariat Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَا نَ فَا حِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 32)


Jika kamu memaksa, mencintainya tanpa pernikahan, menjalin hubungan dengannya, manisnya cintamu itu hanya sebentar, sisanya hanya patah hati, beban pikiran, overthinking. dosa menyesakkan dada, gelisah karena maksiat, inilah kenyataannya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَا جًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 21)

Jika kamu jatuh cinta, maka cinta itu dari Allah, tak pernah kau sangka dan duga, maka cintailah dia dengan benar, dan jika kau belum siap menikah, maka tekan perasaan itu dalam-dalam, lindungi dirimu dan dia agar tak terjerumus ke dalam kemaksiatan,

~thepathdailyreal – al

Tinggalkan Komentar