Puasa (Shyiam)

๐™‹๐™ช๐™–๐™จ๐™– adalah menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

๐™ˆ๐™–๐™˜๐™–๐™ข-๐™ข๐™–๐™˜๐™–๐™ข ๐™ฅ๐™ช๐™–๐™จ๐™–;
1. ๐™‹๐™ช๐™–๐™จ๐™– ๐™ฌ๐™–๐™Ÿ๐™ž๐™— (๐šŠ๐š™๐šŠ๐š‹๐š’๐š•๐šŠ ๐š๐š’๐š•๐šŠ๐š”๐šœ๐šŠ๐š—๐šŠ๐š”๐šŠ๐š— ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š™๐šŠ๐š ๐š™๐šŠ๐š‘๐šŠ๐š•๐šŠ, ๐šŠ๐š™๐šŠ๐š‹๐š’๐š•๐šŠ ๐š๐š’๐š๐š’๐š—๐š๐š๐šŠ๐š•๐š”๐šŠ๐š— ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š™๐šŠ๐š ๐š๐š˜๐šœ๐šŠ)
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ฅ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ฑ๐—ต๐—ฎ๐—ป : Sebulan penuh
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ค๐—ฎ๐—ฑ๐—น๐—ฎ’/๐—ž๐—ฎ๐—ณ๐—ณ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ : Mengganti
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ก๐—ฎ๐—ฑ๐˜‡๐—ฎ๐—ฟ : Niat berpuasa apabila keinginan atau hajatnya tercapai

2. ๐™‹๐™ช๐™–๐™จ๐™– ๐™จ๐™ช๐™ฃ๐™ฃ๐™–๐™ (๐šŠ๐š™๐šŠ๐š‹๐š’๐š•๐šŠ ๐š๐š’๐š•๐šŠ๐š”๐šœ๐šŠ๐š—๐šŠ๐š”๐šŠ๐š— ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š™๐šŠ๐š ๐š™๐šŠ๐š‘๐šŠ๐š•๐šŠ, ๐šŠ๐š™๐šŠ๐š‹๐š’๐š•๐šŠ ๐š๐š’๐š๐š’๐š—๐š๐š๐šŠ๐š•๐š”๐šŠ๐š— ๐š๐š’๐š๐šŠ๐š” ๐šŠ๐š™๐šŠ-๐šŠ๐š™๐šŠ)
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—”๐—ฟ๐—ฎ๐—ณ๐—ฎ๐—ต : Puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi orang yang tidak sedang ibadah haji.
Puasa pada hari Arafah menghapus dosa selama 2 tahun yakni tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang, …” HR. Muslim
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—”๐˜€๐˜†๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ’ & ๐—ง๐—ฎ๐˜€๐˜†๐˜‚’๐—ฎ : Puasa pada tanggal 9 dan 10 bulan Muharram.
“…dan puasa asyura menghapus dosa 1 tahun yang lalu.” HR. Muslim
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ฆ๐˜†๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—น : Puasa yang dilakukan 6 hari di bulan syawal.
Barangsiapa puasa Ramadhan kemudian diikuti 6 hari puasa pada bulan syawal maka ia seperti melakukan puasa selama satu tahun penuh.” HR. Muslim
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ก๐—ถ๐˜€๐—ณ๐˜‚ ๐—ฆ๐˜†๐—ฎ’๐—ฏ๐—ฎ๐—ป : Puasa yang dilakukan pada pertengahan awal bulan Sya’ban.
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—”๐˜†๐˜†๐—ฎ๐—บ๐˜‚๐—น ๐—•๐—ถ๐—ฑ๐—ต : Puasa yang dilakukan setiap bulan (Hijriyah) pada tanggal 13, 14, dan 15.
“Puasa Ayyamul Bidh sama dengan puasa satu tahun).” HR. Nasa’i
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—ป & ๐—ž๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐˜€ : Puasa yang dilakukan 2ร— dalam seminggu setiap hari Senin dan Kamis.
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐——๐—ฎ๐˜‚๐—ฑ : Puasa yang dilakukan dengan cara, sehari puasa dan sehari tidak.

3. ๐™‹๐™ช๐™–๐™จ๐™– ๐™๐™–๐™ง๐™–๐™ข (๐š ๐šŠ๐š“๐š’๐š‹ ๐š๐š’๐š๐š’๐š—๐š๐š๐šŠ๐š•๐š”๐šŠ๐š— ๐šŠ๐š๐šŠ๐šž ๐šŠ๐š™๐šŠ๐š‹๐š’๐š•๐šŠ ๐š๐š’๐š•๐šŠ๐š”๐šœ๐šŠ๐š—๐šŠ๐š”๐šŠ๐š— ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š™๐šŠ๐š ๐š๐š˜๐šœ๐šŠ)
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐Ÿฎ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฟ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ, yaitu idul fitri dan idul adha.
โœ๏ธ๐—ฃ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐˜๐—ฎ๐˜€๐˜†๐—ฟ๐—ถ๐—ธ, yaitu 3 hari setelah idul adha. (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)

๐™”๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ข๐™š๐™ข๐™—๐™–๐™ฉ๐™–๐™ก๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™ช๐™–๐™จ๐™–; (wajib mengganti/mengqadha)
1. Makan dan minum dengan sengaja sebelum berbuka
2. Muntah dengan sengaja
3. Mengeluarkan mani
4. Datang haid
5. Nifas
6. Niat berbuka sebelum waktu berbuka
Dll.


ยฉ๐“๐“ต๐“ญ๐“ช ๐“ก.

Menyatakan Perasaan

Jika ada seseorang yang menyatakan perasaan padamu dengan mengucapkan,

Ana uhibbuka/uhibbuki fillah.”

Artinya: Aku mencintaimu karena Allah.

Maka jawablah,

Akhabbakal ladzii akhbabtanii lahu”

Artinya: Semoga Allah mencintaimu, karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.

Rasa cinta yang timbul memang karunia dari Allah. Dan itu memang fitrahnya seorang manusia. Tapi, dalam agama kita mempunyai aturan tersendiri. Menyatakan perasaan seperti halnya diatas, itu harus didasari niat untuk menikah. Bukan asal-asalan menyatakan saja. Karena, ๐™™๐™ž ๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ข ๐™ž๐™จ๐™ก๐™–๐™ข ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™™๐™ž๐™ฅ๐™š๐™ง๐™—๐™ค๐™ก๐™š๐™๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ฎ๐™–๐™ฉ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™–๐™จ๐™–๐™–๐™ฃ/๐˜พ๐™Š๐™‰๐™๐™€๐™Ž๐™Ž, yang tujuannya untuk hal-hal yang jelas-jelas diharamkan oleh agama islam, pacaran adalah salah satu contohnya.

Hukum Merayakan Tahun Baru

Sejarah Tahun Baru Masehi


Nanti malam kita akan menyaksikan perayaan besar, perayaan yang dilangsungkan secara massif oleh masyarakat di seluruh dunia. Ya, itulah perayaan tahun baru yang secara rutin disambut dan dimeriahkan dengan berbagai acara dan kemeriahan.

Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan. Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville โ€œLes รฉpithetes cultuels de Janusโ€ inMรฉlanges de lโ€™รฉcole franรงaise de Rome (Antiquitรฉ), hal.ย 399-400)

Fakta ini menyimpulkan bahwa perayaan tahun baru sama sekali tidak berasal dari budaya kaum muslimin. Pesta tahun baru masehi, pertama kali dirayakan orang kafir, yang notabene masyarakat paganis Romawi.

Acara ini terus dirayakan oleh masyarakt modern dewasa ini, walaupun mereka tidak mengetahui spirit ibadah pagan adalah latar belakang diadakannya acara ini. Mereka menyemarakkan hari ini dengan berbagai macam permainan, menikmati indahnya langit dengan semarak cahaya kembang api, dsb.

Tahun Baru Masehi = Hari Raya Orang Kafir

Turut merayakan tahun baru statusnya sama dengan merayakan hari raya orang kafir. Dan ini hukumnya terlarang. Di antara alasan statement ini adalah:

Pertama, turut merayakan tahun baru sama dengan meniru kebiasaan mereka. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang kita untuk meniru kebiasaan orang jelek, termasuk orang kafir. Beliau bersabda,

ู…ู† ุชุดุจู‡ ุจู‚ูˆู… ูู‡ูˆ ู…ู†ู‡ู…

โ€œSiapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.โ€ (Hadis shahih riwayat Abu Daud)

Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan,

ู…ู† ุจู†ู‰ ุจุฃุฑุถ ุงู„ู…ุดุฑูƒูŠู† ูˆุตู†ุน ู†ูŠุฑูˆุฒู‡ู… ูˆู…ู‡ุฑุฌุงู†ุงุชู‡ู… ูˆุชุดุจู‡ ุจู‡ู… ุญุชู‰ ูŠู…ูˆุช ุฎุณุฑ ููŠ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ

โ€œSiapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.โ€

Kedua, mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka. Padahal Allah melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai kekasih (baca: memberikan loyalitas) dan menampakkan cinta kasih kepada mereka. Allah berfirman,

ูŠุง ุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ู„ุง ุชุชุฎุฐูˆุง ุนุฏูˆูŠ ูˆุนุฏูˆูƒู… ุฃูˆู„ูŠุงุก ุชู„ู‚ูˆู† ุฅู„ูŠู‡ู… ุจุงู„ู…ูˆุฏุฉ ูˆู‚ุฏ ูƒูุฑูˆุง ุจู…ุง ุฌุงุกูƒู… ู…ู† ุงู„ุญู‚ โ€ฆ

โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu..โ€ (QS. Al-Mumtahanah: 1)

Ketiga, Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan. Ketika Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan. Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk madinah,

ู‚ุฏู…ุช ุนู„ูŠูƒู… ูˆู„ูƒู… ูŠูˆู…ุงู† ุชู„ุนุจูˆู† ููŠู‡ู…ุง ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆ ุฌู„ ุฃุจุฏู„ูƒู… ุจู‡ู…ุง ุฎูŠุฑุง ู…ู†ู‡ู…ุง ูŠูˆู… ุงู„ูุทุฑ ูˆูŠูˆู… ุงู„ู†ุญุฑ

โ€œSaya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; idul fitri dan idul adha.โ€ (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasaโ€™i).

Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan. Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang majusi, sumber asli dua perayaan ini. Namun mengingat dua hari tersebut adalah perayaan orang kafir, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarangnya. Sebagai gantinya, Allah berikan dua hari raya terbaik: Idul Fitri dan Idul Adha.
Untuk itu, turut bergembira dengan perayaan orang kafir, meskipun hanya bermain-main, tanpa mengikuti ritual keagamaannya, termasuk perbuatan yang telarang, karena termasuk turut mensukseskan acara mereka.

Keempat, Allah berfirman menceritakan keadaan โ€˜ibadur rahman (hamba Allah yang pilihan),

ูˆ ุงู„ุฐูŠู† ู„ุง ูŠุดู‡ุฏูˆู† ุงู„ุฒูˆุฑ โ€ฆ

โ€œDan orang-orang yang tidak turut dalam kegiatan az-Zuurโ€ฆโ€
Sebagian ulama menafsirkan kata โ€˜az-Zuurโ€™ pada ayat di atas dengan hari raya orang kafir. Artinya berlaku sebaliknya, jika ada orang yang turut melibatkan dirinya dalam hari raya orang kafir berarti dia bukan orang baik.

ยฉHijrahApp

Krisis ISBN?

ISBN (International Standard Book Number) merupakan kode pengidentifikasian buku terbit yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penulis, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN.

Setiap buku yang ber-ISBN itu sudah tercatat dan masuk ke arsip PERPUSNAS bahkan INTERNASIONAL. Tapi kenapa di Indonesia bisa krisis ISBN?
Data dari perpusnas menyebutkan, sudah ada ยฑ728.389 buku terbit ber-ISBN (per-2023). Jumlah ini sangatlah banyak, mengingat sisa ketersediaan nomor ISBN, yaitu sebanyak ยฑ270.000 (ketersediaan sampai 2027). (NarasiTv)
Apabila tidak segera ditindaklanjuti, maka ketersediaan nomor ISBN akan semakin menipis. Dan berdampak pada para penulis dengan karyanya yang berkualitas (layak terbit) akan terancam gagal menerbitkan bukunya dan mendapat ISBN.

Sebenarnya kenapa bisa terjadi krisis ISBN?
Pertama, sejak era Corona sampai saat ini, banyak sekali para penulis yang menerbitkan buku mereka (rata-rata ber-ISBN semua). Paling banyak itu para penulis dari platform-platform online, bentuknya novel dan semacamnya. Entah karya itu sudah bisa dikategorikan ‘layak’ terbit atau belum, tapi yang terpenting bisa terbit (+ ber-ISBN). Ini nih yang menyebabkan pemborosan ISBN.
Kedua, entah bagaimana sistem perpusnas dalam memberikan ISBN. Apakah tidak ada semacam ‘seleksi kelayakan’ atau memang semua buku terbit bisa mendapatkan ISBN.

Yang dijadikan perhatian adalah, “Buku cetak ada banyak di Indonesia, tapi literasi masyarakatnya sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, Indonesia saja menempati posisi 74/79. Sangat miris sekali bukan? Lalu, harus bagaimanakah kita?”

Orangtua memengaruhi Sudut Pandang Anak?

Pernah kah kalian sadar bahwa ortu sangat bisa dalam hal memengaruhi sudut pandang seorang anak?

“Maksudnya gimana sih?”
Jujur, aku juga baru tau setelah mendengar ada seorang influencer atau ustadz (maaf aku lupa pastinya) yang ngebahas tentang ini.

Jadi gini, awalnya kamu memiliki anggapan bahwa si Y ini sebenarnya orang yang baik walaupun dia pernah menyakiti kamu. Wajar lah ya, namanya juga manusia.

Tapi ortu kamu selalu saja membicarakan hal-hal yang tidak baik (keburukannya) didepan mu, walaupun memang yang dibicarakan itu adalah FAKTA.

Misalnya, ‘Tuh liat si Y. Kelakuannya aja begitu, bahkan semua orang juga tau kalo dia suka cari gara-gara. Tapi anehnya, dia itu selalu ngerasa paling tersakiti, pergi sana-sini ngebela diri dan bilang kalo dirinya itu udah paling bener tapi sering dijahatin orang-orang. PADAHAL semua itu terjadi juga akibat dari perilakunya sendiri.’ (itu hanya contoh loh teman-teman)

Semakin sering kamu mendengar ortu mu berbicara seperti itu, maka sudut pandang mu terhadap si Y akan berubah.

Awalnya kamu memang menganggap dia baik. Tapi, karena kamu sudah terpengaruh dengan apa yang dikatakan ortumu maka kamu KEMUNGKINAN akan terbawa pengaruh itu. Kamu juga akan menganggap bahwa si Y ini bener-bener GAK baik.

Ada satu hal yang perlu di ingat.
Sebaik apapun seseorang, pasti ada sisi tidak baiknya. Begitupun sebaliknya, seburuk apapun seseorang, pasti ada sisi baiknya.
Karena pada dasarnya, manusia diciptakan tidak ada yang benar-benar sempurna.
Dan kita harus tetap bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain.